Ironi Aparat di Tengah Kelangkaan BBM, SPBU Padang Matinggi Jadi Sorotan Publik

0
IMG-20260203-WA0080

Padangsidimpuan, Selasa 3 Februari 2025
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus terjadi di Kota Padangsidimpuan kembali memunculkan ironi di ruang publik. Di saat masyarakat harus rela mengantre sejak subuh demi memperoleh BBM, sebuah peristiwa di SPBU Padang Matinggi justru menyedot perhatian publik dan memicu beragam persepsi di media sosial.

Pantauan di lokasi memperlihatkan kehadiran aparat penegak hukum (APH) dari unsur Polri dan TNI di area SPBU Padang Matinggi. Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat sebuah kendaraan Toyota Calya berwarna putih yang masuk ke area pengisian BBM tanpa melalui antrean panjang masyarakat umum. Narasi yang berkembang kemudian menimbulkan dugaan adanya perlakuan istimewa dengan pengamanan aparat.

Situasi tersebut dinilai kontras dengan kondisi warga yang sejak dini hari harus menunggu berjam-jam di tengah kelangkaan BBM. Antrean panjang masyarakat—mulai dari pengemudi angkutan, buruh harian, hingga pelaku usaha kecil—menjadi potret kesulitan rakyat dalam memenuhi kebutuhan dasar energi.

Menanggapi polemik yang berkembang, Polres Padangsidimpuan melalui akun Instagram resminya menyampaikan klarifikasi guna meluruskan informasi yang beredar di publik. Dalam keterangan tersebut, Polres Padangsidimpuan menegaskan bahwa personel Polri yang berada di lokasi SPBU Padang Matinggi hanya melaksanakan tugas pengamanan antrean BBM, bukan melakukan pengawalan atau pengamanan khusus terhadap kendaraan tertentu.
Polres Padangsidimpuan juga membantah narasi bahwa polisi mengamankan mobil Toyota Calya putih sebagaimana yang ramai diperbincangkan,” Tulis pihak Polres Padangsidimpuan melalui DM Instagram resminya, pada Rabu 04 Februari 2026.

Berdasarkan klarifikasi resmi tersebut, pengendara sepeda motor yang terlihat dalam video adalah petugas keamanan (security) SPBU Padang Matinggi, bukan anggota Polri. Security tersebut diketahui bernama Rasid Sitompul, yang memang bertugas di lokasi dan diterima oleh petugas SPBU untuk melakukan pengisian BBM tanpa antrean karena statusnya sebagai pekerja setempat.

Lebih lanjut, pihak Polres Padangsidimpuan menjelaskan bahwa kehadiran personel di dekat security tersebut semata-mata untuk menyapa serta meminta dokumentasi kegiatan pengamanan di area SPBU, dan tidak memiliki keterkaitan dengan proses pengisian BBM kendaraan yang dipersoalkan. Dengan demikian, Polres menegaskan bahwa tidak ada bentuk perlakuan istimewa ataupun penyalahgunaan kewenangan oleh personel Polri dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, Ahmadi Saleh Hasibuan, selaku Pengurus DPD IJEN TAPSEL (Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Jurnalis Independen Nusantara Tapanuli Bagian Selatan),
menyampaikan bahwa klarifikasi dari Polres Padangsidimpuan merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan informasi di ruang publik.

“Setiap informasi yang beredar memang harus diluruskan secara terbuka. Namun ke depan, transparansi di lapangan juga penting agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, terlebih dalam situasi krisis BBM seperti sekarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa komunikasi terbuka di ruang publik—terutama di lokasi sensitif seperti SPBU saat kelangkaan BBM—sangat diperlukan agar tidak memicu asumsi negatif dan kegaduhan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *