LEPPAMI HMI dan Komunitas Pencinta Alam Gelar Go Green di Bukit Palopat

0
SAVE_20251221_165704

Padangsidimpuan — Di tengah meningkatnya bencana ekologis berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan, LEPPAMI HMI Cabang Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan bersama komunitas pencinta alam menggelar kegiatan Go Green dan Camp di Bukit Palopat, Sabtu–Minggu (20–21 Desember 2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Rangkaian kegiatan meliputi penanaman pohon, edukasi lingkungan, diskusi ekologi, serta kemah konservasi di kawasan perbukitan yang rawan degradasi lingkungan.

img 20251221 wa0046281291919062597788474039
Penanaman pohon oleh Lembaga pariwita dan pecinta alam mahasiswa islam dan komunitas alam

Perwakilan LEPPAMI HMI menyampaikan bahwa bencana banjir dan longsor yang kerap terjadi tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, dan menurunnya daya dukung alam. Oleh karena itu, gerakan Go Green ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan tanggung jawab bersama, khususnya di kalangan pemuda dan mahasiswa.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen moral kami untuk terus mengawal isu-isu lingkungan dan mendorong aksi nyata pelestarian alam,” ujar Rahmad kurnia direktur administrasi LEPPAMI HMI PSP-TAPSEL.

Melalui kegiatan ini, LEPPAMI HMI dan komunitas pencinta alam berharap pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat lebih serius dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan, guna mencegah terulangnya bencana ekologis di masa mendatang.

Di tengah krisis ekologis yang kian nyata, kegiatan ini juga menjadi penegasan bahwa penanganan banjir dan longsor tidak bisa dibebankan kepada masyarakat semata. Diperlukan kolaborasi nyata antara masyarakat, komunitas, organisasi kepemudaan, dan pemerintah daerah, termasuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, agar upaya pelestarian lingkungan berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata.

LEPPAMI HMI menilai, salah satu akar persoalan bencana ekologis adalah pembalakan hutan sembarangan dan praktik ilegal logging yang masih terjadi di sejumlah wilayah hulu dan kawasan perbukitan. Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong untuk bertindak tegas, tidak hanya dalam bentuk imbauan, tetapi melalui penegakan hukum, pengawasan lapangan, serta pemberian sanksi terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Selain penindakan, pemerintah juga dinilai perlu segera menyusun dan memperkuat regulasi pelestarian lingkungan yang berpihak pada keberlanjutan alam dan keselamatan masyarakat. Regulasi tersebut harus dibarengi dengan edukasi publik,

save 20251221 2129506331585543516235856
Peserta dan panitia Goo Gren & camp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *