Merawat Demokrasi, Merajut Rekonsiliasi: Presma IPTS Apresiasi Kepemimpinan Baru PW Himmah Sumut

0

Syahrial menyampaikan harapan agar kepemimpinan Imransyah Pasai mampu menghadirkan wajah PW Himmah Sumatera Utara yang inklusif, berorientasi pada penguatan intelektual kader, serta konsisten menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan.

8730e6859665476a9d65c282df74c7e4

Padangsidimpuan newsuin.com, Jum’at 13 Februari 2026 — Presiden Mahasiswa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), Syahrial Siregar, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Imransyah Pasai atas amanah yang diterimanya sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (PW Himmah) Sumatera Utara, hasil Konferensi Wilayah Himmah Sumut yang berlangsung pada 10–12 Februari 2026.

Syahrial menilai, proses konferensi yang sarat dinamika merupakan potret nyata demokrasi organisasi yang hidup. Perbedaan pandangan, bahkan gesekan internal yang sempat mengemuka, menurutnya adalah konsekuensi logis dari dialektika gagasan dalam organisasi besar.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa legitimasi forum musyawarah tertinggi harus ditempatkan sebagai pijakan bersama dalam melangkah ke depan.

“Demokrasi bukan sekadar tentang kompetisi, melainkan juga tentang kedewasaan menerima keputusan. Setelah forum menetapkan hasil, maka rekonsiliasi dan persatuan adalah etika utama dalam berorganisasi,” ujar Syahrial.

Sebagai kader
Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah Cabang Tapanuli Selatan–Kota Padangsidimpuan, Syahrial Siregar mengikuti proses kaderisasi pada 12–15 Oktober 2023. Dalam proses tersebut, ia tercatat satu kaderan dengan Mukhtar Sagala, yang kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Kabinet BEM IPTS, serta Ahmadi Saleh Hasibuan, tokoh muda aktivis Kota Padangsidimpuan dan alumni Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Kesamaan proses kaderisasi tersebut, menurut Syahrial, menjadi fondasi etis dalam memandang perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

img 20260213 wa00808552676439025717433
Dok: Rilisan

Lebih lanjut, Syahrial menyampaikan harapan agar kepemimpinan Imransyah Pasai mampu menghadirkan wajah PW Himmah Sumatera Utara yang inklusif, berorientasi pada penguatan intelektual kader, serta konsisten menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan. Ia menekankan pentingnya konsolidasi pasca-konferensi agar energi organisasi tidak tersandera konflik, melainkan diarahkan pada kerja-kerja strategis mahasiswa.

Menutup pernyataannya, Syahrial mengajak seluruh kader Himmah di Sumatera Utara untuk menjadikan momentum konferensi sebagai titik balik pendewasaan organisasi—dari dinamika kompetisi menuju kolaborasi—demi menjaga marwah Himmah sebagai kekuatan moral dan intelektual di tengah tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *