PC SEMMI Kota Medan Kritik Ketidakhadiran Wali Kota dalam Forum Debat Terbuka
Medan, 20 Februari 2026 — Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Kota Medan menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait ketidakhadiran Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam agenda debat terbuka yang dirancang sebagai forum evaluasi kinerja dan dialog publik bersama mahasiswa.
Ketua PC SEMMI Kota Medan menyampaikan bahwa sebelumnya pihak protokoler Wali Kota Medan telah mengonfirmasi kehadiran orang nomor satu di Kota Medan tersebut. Namun, menjelang pelaksanaan kegiatan, protokol kembali menyampaikan pemberitahuan bahwa Wali Kota tidak dapat menghadiri forum yang telah dipersiapkan secara terbuka dan partisipatif tersebut.
Menurut PC SEMMI, forum debat terbuka merupakan bagian penting dari proses demokrasi, khususnya dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas kepemimpinan publik. Mahasiswa menilai ruang dialog terbuka menjadi sarana strategis untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menguji gagasan pembangunan kota secara langsung di hadapan publik.
Dalam pernyataan resminya, PC SEMMI Kota Medan menyampaikan kritik keras terhadap ketidakhadiran tersebut. Mereka menilai kepala daerah seharusnya hadir dan berdialog secara langsung dengan mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak sedang mencari sensasi, tetapi menuntut transparansi. Forum debat bukan ancaman, melainkan kesempatan bagi pemimpin untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan dan komitmennya terhadap keterbukaan,” demikian pernyataan PC SEMMI Kota Medan.
PC SEMMI juga menegaskan akan terus mendorong Wali Kota Medan untuk bersedia hadir dalam forum dialog publik di masa mendatang. Mereka menilai ketidakhadiran pejabat publik dalam ruang diskusi terbuka tidak boleh menjadi kebiasaan, terutama dalam merespons kritik dan aspirasi masyarakat.
Atas hal tersebut, kami menyatakan:
- Walikota Medan Pecundang, dengan alasan normatif. Walikota Medan menolak hadir berdialog dan diskusi bersama mahasiswa di lingkunggan Kampus sebagai instansi Pendidikan.
- Menilai bahwa forum debat terbuka merupakan bagian penting dari transparansi dan akuntabilitas kepemimpinan publik.
- PC SEMMI Kota Medan Akan terus menantang Walikota Medan untuk berani bertemu dan berdialog dalam ruang publik demi menguji gagasan pembangunan kota medan kedepan.
- Mahasiswa tidak sedang mencari sensasi, tetapi menuntut transparansi.
- Forum debat bukan ancaman, melainkan kesempatan menunjukkan kualitas kepemimpinan.
- Ketidakhadiran tidak boleh menjadi kebiasaan dalam merespons kritik publik.
- Sebagai bentuk komitmen terhadap fungsi kontrol sosial dan pengawalan demokrasi, PC SEMMI Kota Medan menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi secara terbuka dan konstitusional. Aksi tersebut, menurut mereka, bertujuan untuk memperjuangkan prinsip transparansi, konsistensi kepemimpinan, serta keterbukaan ruang dialog publik di Kota Medan.
- Selain itu, PC SEMMI mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk turut serta dalam mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan marginal.Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan penegasan komitmen mahasiswa untuk terus menjalankan peran sebagai kekuatan moral dan agen kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi di Kota Medan.
Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan penegasan komitmen mahasiswa untuk terus menjalankan peran sebagai kekuatan moral dan agen kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi di Kota Medan. (*)
